Akan sukseskah kita? Pertanyaan klasik yang senantiasa menghatui kita. Susah untuk menjawabnya, sesusah untuk membuat jawaban apakah sukses itu. Kalau sukses diartikan sebagai sebuah kesempurnaan, mestinya tiada seorangpun yang bisa mewujudkannya. Itu hak mutlak milik Allah. Tapi, seandainya sukses diartikan keberhasilan dan kepuasan kita atas target yang kita miliki, setiap orang berhak dan pasti bisa mewujudkannya.
Kamu saat ini, mestinya punya target untuk sukses di UN 2009 nanti 'kan? Tapi, sudahkah ada langkah nyata Kamu dalam meraihnya? Kalau belajar masih setengah-setengah, SKL belum dipelajari, soal UN tahun-tahun lalu belum dikumpulkan (apalagi dikerjakan), wow, masih jauh dari "jalan kesuksesan" Choy... Yang lebih parah lagi, mungkin di antara Kamu ada yang belum berpikir untuk sukses. Padahal, UN tinggal sebentar lagi. Inilah fungsi berpikir positif untuk sukses, kendalikan pikiran untuk menghindari kata "GAGAL", ciptakan suasana kondusif di sekitar kita untuk "BERHASIL".
Susah 'nggak? Percayalah, kalau Kalian serius, ini jauh lebih mudah daripada mendapatkan cowok/cewek idaman dari sekolah seberang (he.. he...). Untuk meraih hatinya, Kamu harus bersaing dengan teman-teman lain yang sama-sama naksir, jumpalitan menunjukkan kepadanya kalau Kamu "ada rasa" dengan si dia, belum lagi menakhlukkan hati ortunya yang kadang "meyeramkan" (hii...). Kalau si Dia adalah UN itu, Kamu nggak perlu musuhan dengan siapapun untuk menakhlukkannya. Justru kerjasama membuat Kamu akan jauh lebih pede (asal jangan kerjasama saat UN, dosa Choy!). Kamu hanya perlu tunjukkan keseriusan Kamu untuk bisa sukses di UN. Caranya? Udah tahu sendiri `kan jawabannya?
Yang lebih menarik, kalau Kamu sukses di UN, bisa kuliah atau kerja, dapat duit tanpa ngrepotin ortu lagi, ga usah cari kemana-mana si Dia akan datang dengan sendirinya. Cowo/cewe mana sih yang nggak ngiler lihat Kamu pinter, atau Kamu pulang kampung dengan roda empat (sepeda roda 3 + korek api, he.. he..). Wuih....!!!
